Nama : Nurhikmah Septridiani
NIM : 1802046
Kelas : 3 D TI
Assalamualaikum
Kali ini saya akan membahas tutorial instalasi software Debian.
Sebelum kita membahas tutorial instalasi Debian ada baiknya kita berkenalan dahulu dengan Debian.
Debian terkenal dengan sikap tegas pada filosofi dari Unix dan perangkat lunak bebas. Debian dapat digunakan pada beragam perangkat keras, mulai dari komputer jinjing dan desktop hingga telepon dan server. Debian fokus pada kestabilan dan keamanan. Debian banyak digunakan sebagai basis dari banyak distribusi GNU/Linux lainnya.
Sistem operasi Debian merupakan gabungan dari perangkat lunak yang dikembangkan dengan lisensi GNU, dan utamanya menggunakan kernel Linux, sehingga populer dengan nama Debian GNU/Linux. Sistem operasi Debian yang menggunakan kernel Linux merupakan salah satu distro Linux yang populer dengan kestabilannya. Dengan memperhitungkan distro berbasis Debian, seperti Ubuntu, Xubuntu, Knoppix, Mint, dan sebagainya, maka Debian merupakan distro Linux yang paling banyak digunakan di dunia.
Baiklah langsung saja kita bahas. Ada beberapa tahap dalam instalasi Debian, yaitu :
TAHAP PERSIAPAN
1. Langkah pertama adalah kita unduh instalasi Debian 7 (Wheezy). Saya
pribadi lebih memilih menggunakan versi iso standard. Silahkan download,
sesuaikan dengan jenis server/pc anda, apakah 64 bit atau 32 bit. Jika
server/pc anda support 64 bit, sangat disarankan install versi 64 bit.
2. Setelah selesai mengunduh, silahkan burn ke CD jika anda berencana
melakukan instalasi menggunakan CD. Atau buat USB instaler menggunakan Rufus
atau aplikasi pembuat USB instaler lainnya, jika anda berencana instal
via Flashdisk. Jika anda berencana instal di mesin virtual, anda tidak
perlu melakukan apa-apa, skip langsung ke proses instalasi.
INSTALASI
Pertama, atur BIOS agar booting pertama melalui CD atau USB, sesuaikan
dengan jenis media instalasi yang anda pilih. Start server/pc, dan akan
muncul tampilan seperti dibawah ini:

Pilih “Install” untuk memulai instalasi Linux Debian 7 (Wheezy).
Pilih bahasa yang ingin anda gunakan untuk instalasi Debian 7 ini. Saya
memilih English, jika ingin anda bisa memilih Bahasa Indonesia.
Selanjutnya pilih negara lokasi kita instal Debian 7, ini untuk
memudahkan pengaturan waktu (jam, hari dan tanggal) serta agar pada saat
setting repositori, kita bisa memilih lokasi terdekat. Karena kita di
Indonesia, otomatis kita akan memilih Indonesia. Karena Indonesia tidak
ada di list, kita pilih “Other”, kemudian pilih “Asia”, dan pilih
“Indonesia”.

Untuk setting locale, kita pilih “United States”.

Untuk pengaturan keymap keyboard, saya pilih “American Keyboard” agar
prosesnya lebih cepat saja :D Anda bisa pilih keymap lainnya jika mau.

Pilih “Configure network manually” untuk memulai setting networking di mesin Debian 7 ini.
Pada kolom IP Address, masukkan alamat IP yang akan anda gunakan. Sebagai contoh, disini saya menggunakan alamat IP 192.168.0.102.
Untuk kolom Netmask, masukkan netmask jaringan anda. Jika tidak tahu
atau ragu, silahkan tanyakan ke admin jaringan anda. Disini saya
mengguankan netmask 255.255.255.0.
Isi gateway jaringan anda.
Kemudian masukkan DNS Server yang ingin anda pakai. Anda bisa menggunakan local DNS server, atau external DNS server seperti Google Public DNS & OpenDNS.
Hostname bisa dibilang semacam label, yang digunakan untuk menamai server/pc. Masukkan hostname sesuai keinginan anda.
Jika mesin Debian 7 ini anda gunakan untuk server online, anda bisa
memasukkan nama domain agar bisa diakses. Tetapi jika server berada di
intranet (jaringan lokal), anda bisa memasukkan nama sembarang.
Selanjutnya silahkan masukkan password untuk root (administrator).
Gunakan password yang kuat & tidak mudah ditebak. Anda bisa
menggunakan kombinasi huruf, angka, huruf besar atau kecil, dan karakter
khusus.
Masukkan ulang password untuk root yang sebelumnya anda masukkan.
Selanjutnya adalah membuat user biasa, agar pada saat kita bekerja di
mesin ini, tidak selalu login sebagai root (administrator). Root hanya
digunakan pada momen-momen tertentu saja, semisal instal software,
melakukan konfigurasi, dll. Dengan bekerja sebagai user biasa, mesin
Debian 7 kita akan lebih aman dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Masukkan nama lengkap user yang akan memakai mesin Debian 7 ini.
Kemudian masukkan username yang diinginkan untuk user baru.
Dan masukkan password untuk user baru ini.
Selanjutnya pilih zona waktu sesuai wilayah anda. Karena saya di
Surabaya (WIB/Waktu Indonesia Bagian Barat), maka saya pilih “Western
(Sumatera, Jakarta, Java, West and Central Kalimantan)”.
Anda bisa memilih “Guided – Use entire disk and set up LVM” jika ingin menggunakan Logical Volume Manager (LVM) agar nantinya bisa di resize partisinya. Atau “Guided – Use entire disk and set up encrypted LVM” jika ingin menggunakan partisi LVM yang di enkripsi untuk menambah keamanan data. Atau jika anda pengguna tingkat lanjut, bisa memilih “Manual” agar bisa mengatur partisi sesuai keinginan.

Pilih disk yang ingin anda gunakan untuk sistem Debian 7.
Pada pilihan skema partisi, silahkan pilih “All files in one partition”.
Jika anda ingin memisahkan folder /home pada partisi tersendiri,
silahkan pilih “Separate /home partition”. Atau jika anda ingin menambah
keamanan sistem, bisa memisahkan folder /home, /usr, /var dan /tmp pada
partisi tersendiri, silahkan pilih “Separate /home, /usr, /var and /tmp
partitions”.
Jika anda adalah pengguna baru di sistem Linux, saya sarankan pilih opsi pertama saja.
Jika anda adalah pengguna baru di sistem Linux, saya sarankan pilih opsi pertama saja.
Review skema partisi yang anda pilih sebelumnya. Jika sudah ok, pilih
“Finish partitioning and write changes to disk”. Jika perlu merubah,
pilih “Undo changes to partitions” dan pilih kembali skema partisi yang
diinginkan.
Konfirmasi skema partisi dengan pilih Yes dan enter. Ingat, pada langkah ini tidak bisa dibatalkan.
Selanjutnya kita melakukan konfigurasi package manager agar menggunakan
repository server terdekat dengan mesin Debian 7 kita. Semakin dekat,
maka semakin cepat proses update, upgrade atau install software. Pilih
“Yes” untuk memulai.
Karena lokasi mesin Debian 7 saya di Surabaya, maka saya pilih mirror “Indonesia”.
Silahkan pilih salah satu mirror server yang ingin anda gunakan.
Jika mesin Debian 7 anda mengharuskan menggunakan proxy server untuk
terkoneksi ke Internet, silahkan masukkan alamat IP proxy server
tersebut, port, username & passwordnya. Jika tidak menggunakan proxy
server, kosongkan saja, dan pilih “Continue”.
Pada pilihan instalasi GRUB Loader, pilih “Yes”.
Proses instalasi Linux Debian 7 (Wheezy) selesai. Pilih “Continue” untuk
merestart mesin Debian 7 ini. Jangan lupa untuk mengeluarkan
CD/mencabut USB installer, agar bisa booting via hardisk.
apt-get update && apt-get upgradePerintah ini untuk mendapatkan update terbaru, baik security maupun software.
NOTE: Secara default, ssh server tidak terinstal. Agar bisa anda remote menggunakan SSH, silahkan instal dahulu ssh server dengan perintah:
apt-get install sshDemikian pembahasan tutorial instalasi Debian, mudah-mudahan dapat dengan mudah dimengerti dan dipahami. Semoga bermanfaat.. 
Komentar
Posting Komentar